Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) | KAMMI NEWS

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Sejarah KAMMI Mahasiswa adalah salah satu komponen bangsa yang memiliki peran penting untuk sebuah perubahan. Tidak hanya berkutat dalam...

Sejarah KAMMI

Mahasiswa adalah salah satu komponen bangsa yang memiliki peran penting untuk sebuah perubahan. Tidak hanya berkutat dalam dunia akademis saja, namun perannya sebagai agent of change sangat dibutuhkan untuk mewakili dan menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa diharapkan dapat memberi sumbangan dan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Peran tersebut menuntut mahasiswa untuk senantiasa aktif dan peka terhadap kondisi di sekitar mereka.

Melalui wadah bernama organisasi, seorang mahasiswa bisa mengasah skill dan akan terlatih untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi bangsa. Berangkat dari hal ini pula di era tahun 1998 dimana Indonesia saat itu mengalami krisis nasional lahir sebuah gerakan bernama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

KAMMI lahir dari sebuah gagasan yang muncul saat diadakannya pertemuan FSLDK Nasional ke-X di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 25-29 Maret 1998 yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang. Perserta yang hadir adalah mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus  di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan iktikad untuk berperan aktif terhadap perubahan ke arah yang lebih baik, maka dirasa perlu dibentuk sebuah wadah. Wadah ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyatukan berbagai LDK dan wadah tersebut harus berdiri dan tidak berada dalam FSLDK.

Maka, dari komisi acara FSLDK Nasional ke X melahirkan beberapa pernyataan. Salah satunya perlunya membentuk sebuah wadah untuk membangun sebuah kekuatan yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral terhadap pemerintah. Sebuah wadah yang berkonsentrasi pada agenda politik.

Pada hari Ahad, tanggal 29 Maret 1998 Pukul: 13.00 WIB atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H di Aula UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) dideklarasikan gerakan KAMMI dengan mendudukkan Fahri Hamzah sebagai Ketua Umum dan Haryo Setyoko sebagai Sekretaris Umum.


Setidaknya ada dua alasan terbentuknya KAMMI; Pertama, sebagai ekspresi keprihatian mendalam dan tanggung jawab moral atas krisis dan penderitaan rakyat yang melanda Indonesia serta itikad baik untuk berperan aktif dalam proses perubahan.

Kedua, untuk membangun kekuatan yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral kepada pemerintah. Selanjutnya bersama elemen gerakan mahasiswa lainnya, KAMMI melakukan tekanan terhadap pemerintahan Orde Baru melalui gerakan massa.

Dalam pandangan KAMMI, krisis yang terjadi saat itu adalah menjadi tanggung jawab pemimpin dan pemerintah Indonesia sebagai pengemban amanah rakyat. Karena itu untuk memulai proses perubahan tersebut mesti diawali dengan adanya pergantian kekuasaan. Rezim Orde Baru dengan segala macam kebobrokannya, harus diganti dengan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Baru tiga belas hari sejak hari lahirnya, KAMMI mampu menggelar “Rapat Akbar Mahasiswa dan Rakyat Indonesia” pada tanggal 10 April 1988 bertempat di lapangan Masjid Al-Azhar Jakarta yang dihadiri oleh ratusan ribu peserta. Rapat ini dilanjutkan dengan aksi berkelanjutan hingga puncaknya mampu melengserkan presiden Soeharto.

Setelah tidak kuat menahan desakan rakyat, akhirnya Soeharto dengan terpaksa meletakkan jabatannya. Namun bagi KAMMI, proses reformasi di Indonesia belumlah selesai, masih membutuhkan proses yang panjang.

Lewat Muktamar Nasional KAMMI yang pertama, 1-4 Oktober 1998, KAMMI memutuskan diri berubah dari organ gerakan menjadi ormas mahasiswa Islam. Peran utamanya adalah untuk menjadi pelopor, pemercepat dan perekat gerakan pro-reformasi.

Pemilihan Nama Organisasi

Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekuensi pada beberapa hal yaitu :

1. KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format proyek gerakan bersama KAMMI.

2. KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang berdasar AL-Qur'an dan Sunnah mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).

3. Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.

4. Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.

Visi dan Misi KAMMI

KAMMI yang lahir dari gagasan para aktifis masjid memiliki Visi dan Misi yang berbeda dengan gerakan-gerakan lain. Visi dan Misi KAMMI adalah turunan dari cita-cita besar KAMMI untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang madani.

Visi KAMMI berbunyi “KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami” Dalam artian bahwa KAMMI adalah wadah untuk membentuk calon-calon pemimpin bangsa masa depan dengan sebutannya Muslim Negarawan.

Muslim Negarawan adalah output yang ingin dihasilkan oleh KAMMI. Dalam manhaj kaderisasi KAMMI 1427 H, Muslim Negarawan diartikan sebagai kader KAMMI yang memiliki lima elemen kunci. Kelima elemen tersebut adalah: basis ideologi Islam yang mengakar, idealis dan konsisten, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.

Adapun Misi KAMMI sebagai berikut:

1. Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.

2. Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, dan politik mahasiswa.

3. Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera. (civil society).

4. Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan.

5. Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).

Visi dan Misi KAMMI ini senantiasa mengalami perubahan redaksi. Sebab, visi dan misi tersebut senantiasa ditinjau ulang pada muktamar KAMMI. Perubahan yang dilakukan untuk menyesuikan kondisi yang ada, tentu dengan pertimbangan yang strategis.


Lambang KAMMI

Tafsir lambang KAMMI pertama kali di bahas di Muktamar Lampung tepatnya oleh Komisi C. Pembuat draft tafsir lambang KAMMI adalah Yuli Widy Astono yang ketika itu masih menjabat ketua KAMMI Bogor.

1. Warna Dasar Putih melambangkan kesucian.

2. Globe Warna Biru Laut melambangkan da’wah universal yang mencakup bumi Allah di manapun kita berada.

3. Tangan Kanan yang Mengangkat Globe melambangkan da’wah KAMMI menggunakan kekuatan dalam mengemban da’wah ini.

4. Lima Bunga Mawar Warna Merah yang Mengelilingi Tangan melambangkan kelembutan dalam berda’wah dan jumlah Lima Kuntum Bunga Mawar melambangkan Rukun Islam.

5. Gradasi Warna Hijau melambangkan tahapan-tahapan da’wah KAMMI dalam membumikan ajaran Islam di Bumi Allah.

Lagu Mars KAMMI



Hymne KAMMI


Status, Identitas dan Peran

KAMMI adalah organisasi ekstra kampus yang menghimpun mahasiswa muslim seluruh Indonesia secara lintas sektoral, suku, ras dan golongan. KAMMI menghimpun segenap mahasiswa muslim Indonesia yang bersedia bekerja sama membangun negara dan bangsa Indonesia. KAMMI berperan sebagai wadah dan mitra bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menegakkan keadilan dan kebenaran dalam wadah negara hukum Indonesia melalui tahapan pembangunan nasional yang sehat dan bertanggung jawab.

KAMMI mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat dalam upaya-upaya pembangunan masyarakat sipil, demokratisasi dan pembangunan kesatuan/persaudaraan ummat dan bangsa melalui pendampingan/advokasi sosial, kritisi/konstruktif terhadap kebijakan negara yang memarginalisasi masyarakat.

Paradigma Gerakan

Selain VISI dan MISI, KAMMI juga memiliki paradigma gerakan. Paradigma atau cara pandang terhadap sesuatu dalam hal ini paradigma KAMMI menjadi kerangka berpikir dalam mengambil berbagai sikap. Ada empat paradigma KAMMI, yakni:

1. KAMMI adalah Gerakan Dakwah Tauhid (GDT)

Gerakan dakwah tauhid artinya adalah gerakan yang membebaskan manusia dari berbagai bentuk penghambaan terhadap sesama manusia, materi, nalar dan lainnya, serta mengembalikan pada tempat yang sesungguhnya yakni Allah SWT.

Sehingga KAMMI diharapkan menjadi gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban manusia untuk kembali ke nilai-nilai universal wahyu ketuhanan yang mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta.

Gerakan dakwah tauhid juga diartikan bahwa KAMMI adalah wadah perjuangan untuk menegakkan nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran. Beberapa pengertian  terkait paradigma gerakan dakwah tauhid ini menjadi gagasan otoritatif  yang menjadi ruh dalam setiap gerak gerakan KAMMI.

2. KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik (GIP)

Berasal dari dua kata, intelektual dan profetik, dimana kata intelektual dapat diartikan sebagai kaum terpelajar dan cendekiawan sedangkan profetik yang berati kenabian. Maka, tafsir paradigma KAMMI sebagai gerakan intelektual profetik memiliki arti kaum intelektual yang memiliki misi kenabian.

Seorang kader KAMMI yang memiliki sifat intelektual profetik, maka ilmu dan skill yang dimilikinya ditransformasikan dalam realitas sosial dengan spririt Ilahiyyah. Sehingga dalam hal ini terjadi kolaborasi antara langit sebagai simbol spriritual dan bumi sebagai simbol keduniaan dan kefanaan.

Gerakan Intelektual Profetik (GIP) merupakan gerakan untuk mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan, pencerahan, pembebasan dan pemberdayaan manusia secara organik.

Intelektual profetik lahir bukan hanya untuk berwacana dan fokus pada buku dan diskusi saja, namun untuk membentuk para pejuang Islam yang cerdas dan berpihak pada rakyat. Dengan mengandakan jaringan dan kekuatan internal, kader-kader KAMMI harus turun dan berjuang dalam memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan yang baik.

3. KAMMI adalah Gerakan Sosial Independen (GSI)

Tafsir dari KAMMI sebagai gerakan sosial independen mengarah pada upaya untuk mewujudkan sebuah gerakan yang memiliki independensi. Dengan demikian tidak bergantung pada negara, instansi, partai maupun lembaga donor.

Gerakan sosial independen juga menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid, berlepas dari peradaban bersifat materialistik. Tanpa pamrih, gerakan sosial ini sebagai wujud gerakan sukarela yang berakar pada nurani kerakyatan.

Dengan spirit pembebasan, gerakan sosial independen tidak akan bergantung pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.

Konseksensi dari paradigma ini membawa KAMMI menjadi organisasi yang membawa misi pelayanan sosial. Perangkat yang dibentuk untuk misi ini adalah dibentuknya Sosial Service Center (SSC) KAMMI.

4. KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstra Parlementer (GPE)

Ekstra parlementer memiliki arti mengambil posisi di luar pemerintahan atau sebagai opisisi. Maka siapapun yang memerintah Indonesia, KAMMI selalu mengambil sikap sebagai oposisi yang akan melakukan aksi-aksi untuk menyampaikan kepentingan rakyat.

Dalam arti lain, Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultural dan struktural yang berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan cara melakukan pemberdayaan institusi-institusi sosial dalam rangka mengontrol proses demokrasi formal.

Maka dengan tidak menginduk pada institusi parleman maupun pembentuk parlemen, KAMMI memiliki sikap independensi utuh tanpa adanya intervensi dari siapapun. Hal ini sebagai wujud representasi rakyat secara independen.

Prinsip Gerakan

Prinsip gerakan KAMMI merupakan transormasi ideologi gerakan KAMMI. Ideologi KAMMI lahir tahun 1999 pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Departemen Kaderisasi di Parung Bogor tanggal 9-15 Agustus 1999. Namun, sejak Muktamar III di Lampung tahun 2002 diganti menjadi prinsip gerakan.

Ada 6 prinsip gerakan yang semuanya merupakan tahapan periodesasi gerakan. Tahapan ini diambil dari  teoritisasi prinsip gerakan KAMMI ke dalam perluasan perjalanan dakwah KAMMI. Tujuannya untuk merapikan periodesasi gerakan dan selanjutnya mendisiplinkan dan menyemangati kader untuk memenuhi garis besar perjuangan.

1. Kemenangan Islam adalah Jiwa Perjuangan KAMMI

Prinsip pertama meyakini bahwasannya kemenangan Islam adalah sebuah kepastian dalam kamus perjuangan Islam. Hal ini mendapat jaminan dari Allah SWT yang tercantum dalam al-Qur’an sebagai kitab suci pegangan umat Islam. Allah SWT telah berfirman bahwa bumi ini akan diwarsikan pada hamba-hamba Nya yang sholeh.

Semangat inilah yang menjadi landasan bergerak dan mengambil setiap langkah sehingga menuju pada kemenangan Islam dan tujuan akhir yaitu ridho Allah SWT. KAMMI yakin bawa ada pertolongan Allah dalam setiap langkah-langkah dan sesungguhnya pertolongan tersebut amat dekat.

2. Kebathilan adalah Musuh Abadi KAMMI

KAMMI juga meyakini bahwa kebathilan dalam segala bentuknya merupakan penyakit yang perlu diperangi dan dimusuhi. Maka dalam salah satu misi KAMMI adalah meyadarkan umat akan hakikat kebatilan itu sendiri, sebab mengenal kebatilan adalah bagian dari integrasi Islam.

Standard penentu kebathilah yaitu al-qur’an dan as-Sunnah. Maka KAMMI  sebagai gerakan yang menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman, menyatakan perang terhadap segala bentuk kebatilan yang ditegaskan dalam kitab Allah dan sunnah Rasul Nya.

3. Solusi Islam adalah Tawaran Perjuangan KAMMI

Kehidupan di dunia yang melenakan dan keadaan umat manusia yang sedang dalam kondisi kezaliman membutuhkan sebuah solusi. Berbagai kerusakan, keguncangan dialami oleh manusia di seluruh fenomena kehidupan. Maka Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Dzat yang menciptakan bumi dan isinya memuat solusi dari semua permasalahan tersebut.

KAMMI yakin bahwa solusi dari semua permasalahan umat manusia adalah Islam. Islam satu-satunya jalan yang akan mengantarkan umat pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Islam adalah metode, jalan dan titik tolak perjuangan sekaligus Islam sebagai tujuan.

4. Perbaikan adalah Tradisi Perjungan KAMMI

Perbaikan atau islah menjadi tradisi yang melandasi setiap gerak KAMMI. Perbaikan tersebut dimulai dari perbaikian individu, keluarga, masyarakat sampai akhirnya menuju perbaikan bangsa dan negara.

Karena mengambil prinsip ini maka KAMMI senantisa menghindari gerakan yang membawa kerusakan meski mengandung sebuah manfaat. Dalam Islam setiap umat Islam diwajibkan untuk menjaga lima hal; agama, akal, jiwa, kehormatan, dan harta benda. Maka, KAMMI yang berasaskan Islam akan berorientasi pada perbaikan dan pemeliharaan kelima hal tersebut.

5. Kepemimpinan Umat adalah Strategi Perjuangan KAMMI

KAMMI adalah gerakan yang berkonsentrasi pada upaya untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan. KAMMI yakin bahwa kebahagian di Indonesia akan tegak manakala Islam mewarnai kehidupan masyarakatnya. Masyarakat yang shalih dan pemimpin yang shalih akan saling melengkapi menuju terwujudnya negeri yang sejahtera.

6. Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI

Dalam rangka mencapai cita-cita membangun negeri yang aman dan damai, tentunya tidak hanya dapat dilakukan oleh KAMMI sepihak. Oleh karena itu, KAMMI senantiasa menjalin persaudaraan dengan semua komponen yang memiliki visi perbaikan untuk bangsa ini.

Unsur-Unsur Perjuangan KAMMI

Agar dakwah dapat tumbuh berkelanjutan secara seimbang, tetap berada pada orientasi yang benar, mampu mengelola amanah dan masalah dan terus memiliki kekuatan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya, maka KAMMI menyusun dirinya di atas unsur-unsur sebagai berikut :

1. Bina al-qo’idah al-ijtima’iyah (membangun basis sosial)


Yaitu membangun lapisan masyarakat yang simpati dan mendukung perjuangan KAMMI yang meliputi masyarakat umum, mahasiswa, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, pers, tokoh, dan lain sebagainya.


2. Bina al-qo’idah al-harokiyah (membangun basis operasional)

Yaitu membangun lapisan kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasika dan mengeksekusi tugas-tugas da’wah yang telah digariskan KAMMI.


3. Bina al-qo’idah al-fikriyah (membangun basis konsep)


Yaitu membangun kader pemimpin yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia.


4. Bina’ al-qo’idah al-siyasiyah (membangun basis kebijakan)


Yaitu membangun kader ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerakdakwah KAMMI, berdasarkan  situasi dan kondisi yang berkembang.


Keempat unsur tersebut merupakan piramida yang seimbang, harmonis dan kokoh, yang menjamin keberlangsungan gerakan KAMMI.


Kredo Gerakan

1. Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.

2. Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada-Nya.

3. Kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam.

4. Kami adalah penghitung risiko yang cermat, tetapi kami bukanlah orang-orang yang takut mengambil risiko. Syahid adalah kemuliaan dan cita-cita tertinggi kami. Kami adalah para perindu surga. Kami akan menyebarkan aromanya di dalam kehidupan keseharian kami kepada suasana lingkungan kami. Hari-hari kami senantiasa dihiasi dengan tilawah, zikir, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, diskusi-diskusi yang bermanfaat dan jauh dari kesia-siaan, serta kerja-kerja yang kongkrit bagi perbaikan masyarakat. Kami adalah putra-putri kandung dakwah, akan beredar bersama dakwah ini ke mana pun perginya, menjadi pembangunnya yang paling tekun, menjadi penyebarnya yang paling agresif, serta penegaknya yang paling kukuh.

5. Kami adalah orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam. Kami bukanlah orang yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Kami senantiasa bertebaran di dalam kehidupan, melakukan eksperimen yang terencana, dan kami adalah orang-orang progressif yang bebas dari kejumudan, karena kami memandang bahwa kehidupan ini adalah tempat untuk belajar, agar kami dan para penerus kami menjadi perebut kemenangan yang hanya akan kami persembahkan untuk Islam.

6. Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan, politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang efektif dan efisien, prajurit yang gagah berani dan pintar bersiasat, diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.

Struktur Organisasi

Dalam struktur organisasi KAMMI, pengurus pusat bertindak sebagai pimpinan tertinggi organisasi. Selanjutnya ada pengurus di tingkat wilayah, daerah dan komisariat (kampus). Setiap pengurus di tingkatannya memiliki peran masing-masing dan juga saling berkoordinasi:

1. Pengurus Pusat

Pengurus Pusat (PP) bertindak sebagai pimpinan tertinggi. Kantor sekretariatnya berada di Ibu Kota yaitu Jakarta dengan masa jabatan dua tahun terhitung sejak dilantik. Beberapa pos-pos jabatan yang ada di PP adalah: Ketua Umum, Sekretaris Jendral, Biro Kesekretariatan, Biro Umum, Biro Pengembangan Organisasi, Biro Humas, Ketua Departemen Kaderisasi, Ketua Departemen Kajian Strategis, Ketua Departemen Dana dan Usaha, Ketua Departemen Pembangunan Wilayah, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat dan lain-lain.

2. Pengurus Wilayah

Sebelum berganti nama pengurus wilayah, pada awal terbentuknya KAMMI, pengurus wilayah adalah jaringan wilayah. Jaringan wilayah merupakan kumpulan KAMMI Daerah (Kamda) yang bertugas untuk mengkoordinasikan, menumbuhkan, menghidupkan dan mengarahkan beberapa KAMDA yang berdekatan atau berada dalam kawasan tertentu.

Pengurus wilayah adalah kesatuan organisasi yang dibentuk untuk mengkoordinir Pengurus Daerah. Masa jabatannya menyesuaikan dengan masa jabatan Pengurus Pusat.

3. Pengurus Daerah

Pengurus Daerah (PD) KAMMI adalah satu kesatuan organisasi yang dibentuk di Pusat Kota atau Ibu kota Propinsi/Kabupaten/Kota yang terdapat perguruan tinggi. Namun di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia, PD KAMMI merupakan kesatuan organisasi yang dibentuk di Ibu Kota Negara atau Pusat Kota di negara tersebut.

Selain puluhan KAMDA di Indonesia, KAMMI juga memiliki perwakilan di beberapa negara asing, yaitu: Kamda Jepang, Kamda Australia, Kamda Pakistan, Kamda Inggris, Kamda Jerman, Kamda Kanada, Kamda Amerika Serikat, Kamda Malaysia, Kamda Korea Selatan, Kamda Turki, Negara-negara Timur Tengah dll,

4. Pengurus Komisariat

Pengurus Komisariat adalah satu kesatuan organisasi paling bawah dalam struktur organisasi KAMMI. Pengurus Komisariat (PK) berada di bawah Pengurus Daerah yang berada di sebuah perguruan tinggi dengan beberapa fakultas. Masa jabatan Pengurus Komisariat adalah satu tahun.

Perjalanan Kepengurusan

Kepengurusan pertama adalah periode Fahri Hamzah, yakni sejak Deklarasi sampai Muktamar I di Bekasi pada bulan November 1998. Periode ini memfokuskan aktivitasnya kepada aktualisasi jaringan nasional untuk mengambil peran historis secara heroik dalam proses reformasi di Indonesia, yakni dengan menggiatkan aksi secara simultan, merata, kontinyu, dan menegaskan komitmen reformasi yang jelas. Periode ini adalah masa launching ke hadapan publik dan positioning awal KAMMI sebagai elemen gerakan mahasiswa yang diharap selalu mengambil peran terdepan dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Periode kedua adalah masa Fitra Arsil, yang terpilih untuk menggantikan Fahri Hamzah dalam Muktamar I dan menjalankan amanah sampai Muktamar II di Yogyakarta pada bulan November 2000. Periode ini memiliki tugas untuk secara serius menata infrastruktur organisasi KAMMI yang establish dan merancang sistem kaderisasi KAMMI yang lebih terstruktur. Juga melakukan berbagai aksi sosial dan kemanusiaan untuk ikut mengatasi beban rakyat yang ditimbulkan oleh krisis berkepanjangan.

Periode ketiga adalah masa Andi Rahmat yang terpilih dalam Muktamar II KAMMI di Yogyakarta dan direncanakan menjabat sampai tahun 2002. Periode ini menekankan pentingnya positioning strategis KAMMI di tengah pluralitas gerakan yang ingin mewarnai proses transisi di Indonesia. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, akh Andi Rahmat menyatakan mundur dari jabatannya pada bulan Maret 2001.

Menyikapi hal tersebut, Badan Permusyawaratan (BP) KAMMI Pusat berinisiatif untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) KAMMI di Bandung pada tanggal 20-22 April 2001. Muktamar tersebut memutuskan untuk mengubah sistem kepemimpinan terpusat menjadi sistem kepemimpinan kolektif, yang akhirnya memilih sembilan orang sebagai anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni:

- Akbar Zulfakar (Ketua Umum);
- Purwoko Kurniawan (Ketua Kaderisasi);
- Muhammad Badaruddin (Ketua Kastrat);
- Elvis Bakri (Ketua Teritorial/KT I);
- Ach. Fauzi I. (KT-II);
- Supriyadi (KT-III);
- Hermawan (KT-IV);
- Suparmono (KT-V); dan
- Yusran (KT-VI).

Muktamar III Lampung tanggal 1-9 September 2002 memutuskan untuk memilih:

- Muhammad Hermawan, S.Si sebagai Ketua Umum dan
- Fahmi Rusdi, LC sebagai Sekretaris Jenderal,

Selain itu juga dipilih anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni

- Marwansyah (Ketua Teritorial/KT I);
- Febriansyah (KT-II);
- Yuli Widi Astono (KT-III);
- Teguh, ST (KT-IV);
- Imron Rosyadi (KT-V); dan
- M. Dwi Tanjuri(KT-VI),
- Jauhari (KT-VII).

Muktamar IV Tahun 2004 di Samarinda Kalimantan Timur memutuskan Untuk Memilih

- Yuli Widiastono Sebagai Ketua Umum Dan
- Febriansyah Sebagai Sekretaris Jenderal

Muktamar V Tahun 2006 di Palembang Sumatera Selatan memutuskan Untuk Memilih

- Taufiq Amrullah Sebagai Ketua Umum
- Rahman Toha Sebagai Sekretaris Jenderal

Muktamar VI Tahun 2008 di Makassar Sulawesi Selatan memutuskan Untuk Memilih

- Rahman Toha Sebagai Ketua Umum dan
- Fikri Aziz Sebagai Sekretaris Jenderal

Kepengurusan Rahman Toha ( Amang ) seharusnya sampai 2010,Akan tetapi memasuki tahun 2009 dan munculnya Momentum politik ( Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden ) terjadi Gejolak Di internal Organisasi dan Kader KAMMI. Maka atas desakan Struktur KAMMI Wilayah dan Daerah maka MPP mengadakan Musyawarah Luar biasa yag di laksanakan tahun 2009 di jakarta.

Dalam Musyawarah Luar Biasa KAMMI Memustuskan untuk Mencabut Mandat kepemimpinan akh Rahman toha dan Fikri Aziz. Serta memilih :

- Rijalul Imam Sebagai Ketua Umum
- Deni Priatno Sebagai Sekretaris Jenderal

Muktamar VII Pada tahun 2011 di Aceh memutuskan :

- Muhammad Ilyas, Lc Sebagai Ketua Umum
- Andriyana, ST Sebagai Sekretaris Jenderal

Muktamar VIII pada tahun 2013 di Tanggerang Selatan Banten memutuskan :

- Andriyana, ST Sebagai Ketua Umum
- Hadi Prayitno, Sebagai Sekretaris Jenderal

Muktamar IX pada tahun 2015 di Banjarbaru Kalimantan Selatan memutuskan:

- Kartika Nur Rakhman sebagai Ketua Umum
- Arif Susanto sebagai Sekretaris Jenderal.

Muktamar X pada tahun 2017 di Medan Sumatera Utara memutuskan:

- Irfan Ahmad Fauzi sebagai Ketua Umum
- Phirman Reza sebagai Sekretaris Jenderal.

Nama

Agenda,28,Aksi,17,Artikel,8,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,34,Debat,1,Demonstrasi,69,Dialog,7,Diskusi,13,Ekonomi,18,HAM,1,Historis,2,Hukum,17,Internasional,10,KAMMI,2,Kamminews,37,Kampus,8,Kebangsaan,23,Kemanusiaan,1,Keumatan,3,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,41,Opini,21,Orasi,24,Pelantikan,13,Pelatihan,1,Perempuan,10,Pernyataan,14,Politik,33,Religi,10,Sejarah,2,Sejarah KAMMI,1,Silaturahmi,11,Solidaritas,21,Sosial,33,Tentang KAMMI,1,Tradisi,2,Zona,6,
ltr
item
KAMMI NEWS: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
https://4.bp.blogspot.com/-KytabrDXPkc/W0lglN-q__I/AAAAAAAAA7s/OQVJwGSOTmgH_OJQnGy1jJfZrh9GRpVxQCLcBGAs/s640/Lambang%2BKAMMI.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-KytabrDXPkc/W0lglN-q__I/AAAAAAAAA7s/OQVJwGSOTmgH_OJQnGy1jJfZrh9GRpVxQCLcBGAs/s72-c/Lambang%2BKAMMI.jpg
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/1998/03/kesatuan-aksi-mahasiswa-muslim-indonesia.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/1998/03/kesatuan-aksi-mahasiswa-muslim-indonesia.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy