Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Kader KAMMI Mataram Ditahan Polisi | KAMMI NEWS

Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Kader KAMMI Mataram Ditahan Polisi

KAMMINEWS.COM , Mataram -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Mataram, berunju...



KAMMINEWS.COM, Mataram -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Mataram, berunjuk rasa di depan Depo Pertamina Ampenan, massa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Pemerintah Jokowi-JK secara diam-diam. Kamis (12/04/2018).

Awalnya, para mahasiswa ini bertolak dari bundaran Universitas Mataram, kemudian bergerak melintasi separuh jalan Majapahit. Kemudian berbelok ke jalan Saleh Sungkar Ampenan. Baru kemudian belok kiri di simpang lima menuju Depo Pertamina Ampenan.

Sepanjang perjalanan, massa aksi dikawal aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik. Massa aksi yang berangkat sekitar pukul 09.00 Wita, kemudian tiba pukul 11.00 Wita. Setelah panjang lebar berorasi secara bergantian, massa aksi pun akhirnya mulai memanas.

Demo yang awalnya berlangsung tertib ini mulai memanas. Setelah melakukan orasi di simpang lima, demonstran berusaha untuk masuk ke Depo Pertamina, yang lokasinya tak jauh dari aksi mereka.

Upaya itu mendapat hadangan dari petugas kepolisian. Mereka menghalau mahasiswa untuk tidak masuk ke dalam Depo Pertamina Ampenan. Usaha polisi ini dibalas peserta aksi dengan menghadang truk yang memuat gas. Saat itu truk diketahui hendak masuk ke dalam depo. Mahasiswa bersikeras untuk menahan truk tersebut, agar tidak memuat gas sebelum tuntutan mereka dipenuhi. 

”Kami menuntut turunkan harga BBM saat ini,” teriak salah seorang pendemo.

Sempat berlangsung negosiasi antara kepolisian, PT Pertamina, dan peserta aksi. Tetapi, negosiasi itu menemui jalan buntu. Mahasiswa pun tetap mencoba untuk menahan truk tersebut.

Aksi mereka dinilai polisi mengganggu ketertiban umum. Tindakan tegas pun dilakukan dengan membubarkan paksa aksi mereka. Upaya bubar paksa ini dilawan mahasiswa. Bentrokan pun tak terhindarkan. Beberapa mahasiswa bahkan mengalami luka karena dipukul petugas.

Di tengah kericuhan itu, polisi akhirnya mengamankan dua orang mahasiwa bernama Afif dan Jamil. Keduanya diduga sebagai provokator yang menyebabkan kericuhan terjadi.

Insiden berdarah juga terjadi dalam aksi itu, seorang mahasiwa yang diketahui bernama Mukhtar mengalami luka di bagian kepalanya. Satu orang mahasiwa juga nyaris pingsan dalam aksi itu. Menurut Korlap Aksi, Lalu Onang Wahyu Pratama, luka itu terjadi akibat pukulan aparat kepolisian.

Dalam tuntutannya, Onang dan kawan-kawan menolak keras kenaikan BBM yang dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK. Pasalnya, pemerintah sudah dua kali menaikkan BBM tahun 2018 ini. Sejak tanggal 20 Januari 2018, pemerintah menaikkan harga pertalite senilai Rp100 per liternya. Kemudian tanggal 24 Maret 2018 Pertamina kembali secara resmi merilis pengumuman melalui websitenya untuk kenaikan harga pertalite senilai Rp150 sampai Rp 200 per liternya.

Kenaikan harga tersebut dilakukan pemerintah  dalam kurun waktu tiga bulan saja pada tahun 2018. Hal ini tentunya merupakan kado pahit yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya di awal tahun

“Ini tentu kado pahit bagi kami sebagai rakyat di awal tahun 2018,” pungkasnya.

Alasan Pertamina menaikkan harga pertalite dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Fluktuasi harga minyak bulan Januari hingga April 2018 rata-rata di atas USD 60/barel. Padahal, asumsi harga minyak mentah dunia menurut APBN 2018 adalah senilai USD 48/barel. Hal ini tentunya membuat Pertamina menaikkan harga jual pertalite dipasaran dinaikan.

Kenaikan harga pertalite ini menurut Onang berdampak pada perekonomian rakyat. BBM jenis pertalite sudah terlanjur menjadi alternatif konsumsi energi rakyat di tengah minimnya ketersediaan premium di pasaran. BPS mencatat bahwa tingkat inflasi bulan Maret 2018 disumbang kenaikan harga pertalite. Persentase inflasi bulan Maret 2018 sebesar 0,20 persen.

Pengurangan alokasi kuota BBM premium juga menjadi kado istimewa. Secara nasional pemerintah sudah mengurangi kuota alokasi premium ke seluruh wilayah di Indonesia. Bukan hanya kuota premium yang dikurangi, realisasi distribusinya pun dipangkas sejak 3 tahun terakhir.

Persentase realisasi distribusi premium ke setiap wilayah di Indonesia secara nasional sebesar 56,25 persen tahun 2017. Hal ini menjadi suatu yang mengejutkan, padahal persentase realisasi distribusi premium pada tahun 2016 secara nasional mencapai 81,67 persen dan 89,66 persen tahun 2015.

NTB pada tahun 2017 hanya mendapatkan persentase realisasi distribusi premium sebesar 77,32 persen. Padahal 3 tahun sebelumnya persentase realisasinya mencapai rata-rata 90 persen. Pengurangan ini juga terjadi pada jumlah alokasi premium. Padahal premium masih menjadi konsumsi tertinggi di NTB. Persentase konsumsi energi di NTB per tahunnya sebesar 67 persen.

Massa mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut. Pemerintah dianggap terlalu kejam kepada rakyatnya. Kebijakan mengurangi distribusi premium di pasaran, tetapi kembali menaikkan harga pertalite yang menjadi alternatif konsumsi rakyat.

‘’Berdasarkan hal itu, kami menolak keras kenaikan harga BBM, khususnya pertalite,’’ tegasnya.

Dalam aksi itu, massa kemudian membubarkan diri karena tak mendapatkan jawaban dari pihak Depo Pertamina Ampenan. Massa aksi kemudian bergerak ke Mapolresta Mataram untuk menuntut kebebesan dua teman mereka yang sempat ditahan. Setelah dilakukan musyawarah mufakat, akhirnya polisi membebaskan kedua mahasiswa itu.

Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik yang dikonfirmasi mengaku sudah membebaskan kedua mahasiswa itu. Tindakan refresif yang diambil sudah sesuai ketentuan. Kedua mahasiswa itu ditahan karena diduga sebagai provokator dalam aksi itu.

‘’Ada dua orang yang kita tahan, tapi langsung kita bebaskan setelah ada kesepakatan,’’ katanya. (*)
Nama

Agenda,28,Aksi,17,Artikel,8,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,34,Debat,1,Demonstrasi,69,Dialog,7,Diskusi,13,Ekonomi,18,HAM,1,Historis,2,Hukum,17,Internasional,10,KAMMI,2,Kamminews,37,Kampus,8,Kebangsaan,23,Kemanusiaan,1,Keumatan,3,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,41,Opini,21,Orasi,24,Pelantikan,13,Pelatihan,1,Perempuan,10,Pernyataan,14,Politik,33,Religi,10,Sejarah,2,Sejarah KAMMI,1,Silaturahmi,11,Solidaritas,21,Sosial,33,Tentang KAMMI,1,Tradisi,2,Zona,6,
ltr
item
KAMMI NEWS: Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Kader KAMMI Mataram Ditahan Polisi
Demo Tolak Kenaikan BBM Ricuh, Kader KAMMI Mataram Ditahan Polisi
https://3.bp.blogspot.com/-dNqS6HEY8GI/WtDTgICKWAI/AAAAAAAAANU/8A7zAJ-QvhMiF32c-EA456s6huWliPZhwCLcBGAs/s640/kammimataram_BhdKqCfhuOf_4.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dNqS6HEY8GI/WtDTgICKWAI/AAAAAAAAANU/8A7zAJ-QvhMiF32c-EA456s6huWliPZhwCLcBGAs/s72-c/kammimataram_BhdKqCfhuOf_4.jpg
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/2018/04/demo-tolak-kenaikan-bbm-kader-kammi-mataram-di-tahan-polisi.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/2018/04/demo-tolak-kenaikan-bbm-kader-kammi-mataram-di-tahan-polisi.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy