Arah Reformasi 2.0 | KAMMI NEWS

Arah Reformasi 2.0

Arah Reformasi 2.0 * Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) J ika ditarik sejarah Indonesia, kita a...


Arah Reformasi 2.0

* Irfan Ahmad Fauzi (Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

Jika ditarik sejarah Indonesia, kita akan menemukan peristiwa sejarah yang memberi perubahan besar terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Perubahan tersebut bernama reformasi.

Sejumlah peneliti mengatakan, bahwa reformasi pada tahu 1998 lahir disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia yang kemudian secara masif oleh mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi protes. Kedua, Akumulasi kejenuhan atas dominasi kekuasaan rezim Orde Baru yang bercokol selam 32 tahun. Ketiga, Terbenamnya kebebasan selama puluhan tahun atas nama stabilitas negara. Masalah-masalah tersebut kemudian terakumulasi yang berakhir pada sebuah mosi ketidakpercayaan.

Ketidakpuasan rakyat terhadap rezim Orde Baru dilakukan dalam bentuk demonstrasi yang semakin hari semakin membesar. Aksi dilakukan para mahasiswa di pusat Ibu Kota hingga merambah ke beberapa daerah di Indonesia. Kesamaan rasa atas keinginan untuk adanya perubahan hampir merata terjadi di berbagai tempat. Aksi demonstrasi kian hari muncul menjadi arus besar gelombang massa yang tidak bisa dibendung lagi oleh kekuasaan Orde Baru. Hingga pada akhirnya, mendapatkan momentum  pada puncaknya, yakni pada 21 Mei 1998 dan kita sebut itu sebagai reformasi.

Kini reformasi sudah memasuki dekade ketiga yang kita sebut reformasi 2.0. Namun pertanyaannya apakah reformasi di Indonesia sudah berjalan sesuai visi  yang diinginkan pada awalnya?

Sampai mana?

Agar lebih objektif, penulis akan memaparkan beberapa dampak positif dari reformasi. Pertama, Terjadinya regenerasi kekuasaan dari Orde Baru yang sudah berkuasa selam 32 tahun. Hal ini tentu menjadi langkah penting untuk mewujudkan perubahan yang mendasar di Indonesia.

Kedua, Lahirnya kebebasan. Hal yang paling diimpikan dan dinantikan pada masa Orde Baru adalah adanya kebebasan, baik itu berserikat, berkumpul, menyuarakan pendapat, maupun dalam aktivitas lainnya. Tentu ini adalah barang yang mahal pada masa Orde Baru.

Ketiga, Adanya otonomi daerah. Reformasi yang terjadi memberikan ruang kepada daerah untuk membuat tata aturan sendiri tentang daerah yang ditempatinya. Sehingga ini dimungkinkan untuk terjadinya pemerataan dan percepatan pembangunan di daerah-daerah.

Keempat, dihapuskannya Dwi fungsi ABRI di Parlemen. Karena kita tak dapat membayangkan sekelompok militer yang bukan dari partai politik dengan mudahnya mempunyai tujuh puluh kursi di parlemen.

Namun, disamping itu, kita tidak bisa cepat merasa puasa. Reformasi yang disebut akan menjadi landscape dan navigasi bangsa yang baru ternyat jauh dari apa yang dicitakan. Ada beberapa hal yang perlu kita krtitisi dari perjalanan reformasi.

Pertama, Reformasi belum terlaksana secara utuh manakala pengelolaan ekonomi Indonesia belum menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.  Padahal salah satu yang dilawan saat Orde Baru berkuasa adalah ketika kekuatan ekonomi dikuasai oleh Soeharto dan kolega-koleganya.  Dua puluh tahun reformasi berjalan, sampai sekarang rakyat belum juga merasakan kesejahteraan yang diharapkan.  Bahkan,  Indonesia justru terjebak ke dalam penguasaan ekonomi oleh segelintir orang yang lebih parah dari zaman rezim Orde Baru.

Mengacu pada data Global Wealth Data Book,  empat orang kaya di Indonesia memiliki harta setara dengan 100 juta orang miskin di Indonesia.  Bahkan, 10 persen orang terkaya di Indonesia mengusai hanpir 74,8 persen kekayaan nasional.  Fakta yang mencengangkan betapa jauhnya ketimpangan ekonomi di Indonesia.  Selain itu, momentum 20 tahun reformasi mendapatkan kado buruk, yakni dalam bentuk meningkatnya utang negara dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi Rp. 14 ribu per Dolar AS.

Baca Juga : Labirin Gerakan Post Reformasi

Kedua, Adalah buruknya perjalanan reformasi di Indonesia.  Hukum yang disebut sebagai mata pisau yang tidak pandang bulu ternyata masih menjadi isapan jempol.  Berbagai kasus pelanggaran hukum yang terjadi di Indonesia tidak pernah benar-benar ditegakkan.  Hukum tebang pilih tampaknya yang muncul ke permukaan.  Bahkan, kasus korupsi Bank Century yang mengisap uang negara triliunan rupiah telah lama menguap tidak pernah menjadi perhatian aparat penegak hukum. Lain lagi perampasan-perampasan tanah oleh Korporasi di berbagai daerah justru disupervisi oleh aparat.  Tidak heran kemudian para aparat penegak hukum justru menjadi body guard dari para pemodal.

Di samping itu, semua penegak hukum di negara ini semakin hilang integritasnya. Masyarakat kini sudah kehilangan kepercayaan terhadap institusi-institusi negara. Kita tentu senantiasa ingat dengan beberapa kasus  yang terjadi, hakim, polisi, jaksa yang menjadi tersangka karena rakus dengan harta dan kekuasaan.  Perjalanan penegak hukum di negara ini masih berada di titik nadir yang sulit untuk diapresiasi.

Ketiga, Negara ini terjebak ke dalam demokrasi yang oligarkis. Salah satu tuntutan yang disuarakan oleh para demonstran di tahun 98 adalah terciptanya kebebasan dan demokrasi.
Demokrasi dianggap menjadi sistem pemerintahan yang saat ini relevan untuk menghimpun berbagai suara yang berbeda.  Namun, setelah beberapa tahun,  demokrasi kita justru terjebak ke dalam demokrasi yang oligarkis.  Meskipun orang bebas bersuara, berserikat dan bahkan membangun partai politik, nyatanya pintu untuk masuk ke sebuah demokrasi formal tertutup bagi orang-orang yang tidak punya modal.  Inilah penyebab kemudian mengapa demokrasi kita dikuasai oleh sekelompok orang, karena mahalnya ongkos demokrasi yang harus dibayar.

Mau Kemana?

Kita sadar bahwa demokrasi saat ini belum maksimal dan belum sesuai dengan navigasi kelahirannya. Tentu yang patut kita pertanyakan secara mendalam, mau ke arah mana reformasi yang susah payah telah dilahirkan ini?  Apakah demokrasi hanya ganti baju dari rezim sebelumnya atau reformasi menjadi sebuah pemerintahan yang adil dan dapat dibanggakan. Semua elemen harus mengambil peran, terutama sekali para anak muda. Karena sesuai hukum alam, kita akan menjadi pemikul amanat yang telah diciptakan para pendiri bangsa terdahulu.

Kedepan, zaman yang akan kita hadapi pasti akan sangat berbeda dengan zaman yang telah berlalu.  Di sinilah peran para pemuda dibutuhkan untuk mampu menangkap semangat dari sebuah zaman.  Mari kita buktikan bahwa kita memang layak sebagai generasi penerus kemerdekaan dan amanat reformasi.  Hanya satu hal yang membuat kita mampu menjalaninya, yakni ketika kita sudah mampu untuk mengeyampingkan pribadi untuk kepentingan orang banyak, negara dan masyarakat.  Selamat menyambut reformasi 2.0. (*)

Baca juga: Fahri Hamzah, Aksi KAMMI 98, dan Rasa Tak Percaya Soeharto Jatuh Secepat Itu
Nama

Agenda,27,Aksi,17,Artikel,5,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,32,Debat,1,Demonstrasi,68,Dialog,7,Diskusi,12,Ekonomi,17,Historis,2,Hukum,15,Internasional,9,KAMMI,3,Kamminews,38,Kampus,8,Kebangsaan,21,Keumatan,2,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,38,Opini,17,Orasi,24,Pelantikan,12,Pelatihan,1,Perempuan,9,Pernyataan,13,Politik,31,Religi,9,Sejarah,2,Sejarah KAMMI,1,Silaturahmi,11,Solidaritas,20,Sosial,29,Tentang KAMMI,1,Tradisi,2,Zona,7,
ltr
item
KAMMI NEWS: Arah Reformasi 2.0
Arah Reformasi 2.0
https://1.bp.blogspot.com/-7oVhUpBTlJ0/WwDTadBeWeI/AAAAAAAAAnk/u4xXJ9-NkmIZOLON6bfJDoAh_Q91pbrkQCLcBGAs/s640/Arah%2BReformasi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7oVhUpBTlJ0/WwDTadBeWeI/AAAAAAAAAnk/u4xXJ9-NkmIZOLON6bfJDoAh_Q91pbrkQCLcBGAs/s72-c/Arah%2BReformasi.jpg
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/2018/05/arah-reformasi-2-titik-0.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/2018/05/arah-reformasi-2-titik-0.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy