Di Rakornas KAMMI, Wakil Ketua MPR RI Bicara Soal Ancaman Neo Kolonialisme | KAMMI NEWS

Di Rakornas KAMMI, Wakil Ketua MPR RI Bicara Soal Ancaman Neo Kolonialisme

KAMMINEWS.COM , Jakarta - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan rapat koordinasi nasional  I bertajuk “Bersama KAMMI...


KAMMINEWS.COM, Jakarta - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan rapat koordinasi nasional  I bertajuk “Bersama KAMMI Jayakan Negeri”.  bertempat di gedung LPMP DKI Jakarta, Minggu (29/07/2018).

Acara yang berlangsung pada 26-29 Juli 2018 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Basarah.

Dalam acara Penutupan Rakornas KAMMI 2018 yang dirangkai dengan Sosialisasi  Empat Pilar MPR RI, Ahmad Basarah mengingatkan tentang ancaman penjajahan gaya baru (neo kolonialisme). Basarah menyebut pola penjajahan di era sekarang berbeda dengan penjajahan di masa lampau.

"Akan tetapi pola yang digunakan adalah tetap sama, yaitu politik adu domba. Politik pecah belah,” kata Basarah dalam Rakornas KAMMI 2018.

Basarah menjelaskan, Indonesia yang dahulu masih bernama Nusantara berhasil dikuasai Belanda karena Belanda menggunakan politik adu domba. Sebagai contoh, Kesultanan Bone di adu domba dengan Kesultanan Gowa dan seterusnya.

Baca Juga :  KAMMI Deklarasi Gernas Jayanesia 2045, Indonesia Jaya Di Satu Abad Merdeka

Inti dari politik adu domba adalah untuk memperlemah persatuan dan kesatuan. Setelah perpecahan terjadi, Belanda kemudian masuk dan menguras kekayaan alam tanah air.

"Kekayaan alam bangsa kita yang demikian banyak, membuat bangsa asing tertarik untuk datang ke sini," sambung Basarah.

Masih kata Basarah, meskipun bangsa Indonesia sudah merdeka, akan tetapi bukan berarti kaum imperialisme berhenti melakukan penjajajahan. Model atau pola yang digunakan saat ini adalah lebih canggih.

Bung Karno menyebutnya dengan neo imperialisme. Sebagai contoh, mereka masuk dan menguasai sektor ekonomi dan politik.

"Mau contoh. Coba lihat semua produk yang kita gunakan sehari-hari mayoritas produk perusahaan asing. Mulai dari urusan odol pepsodent, air mineral Aqua, pesawat, handphone hingga kendaraan bermotor dikuasai produsen asing dan bukan oleh produsen bangsa kita sendiri," ungkap Basarah.

Sedangkan dalam bidang politik, dikatakan Basarah, demokrasi musyawarah-mufakat hilang, diganti dengan demokrasi liberal dengan konsep votingnya. Belum lagi, biaya pelaksanaan pemilihan secara langsung yang menelan anggaran dan biaya politik yang demikian tinggi.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah besama para peserta Rakornas KAMMI 2018 di gedung LPMP, Jakarta, Minggu, (29/7/2018)
"Inilah kenyataan saat ini, demokrasi kita telah menjadi industri politik, dimana kapital atau modal menjadi dominan. Demokrasi liberal yang kapitalistik dan menghalalkan segala cara seperti ini membahayakan keselamatan bangsa," jelas Basarah.

Selain itu, Basarah juga mengingatkan mengenai kekuatan kapitalis asing yang juga merekrut anak-anak bangsa sendiri. Mereka diberikan beasiswa untuk masuk ke kampus-kampus ternama di luar negeri. Disanalah mereka diajari dan diindoktrinasi nilai-nilai dan perangkat sistem kapitalisme.

"Faktanya saat ini memang kita tidak temukan lagi adanya pangkalan militer disini, tidak ada tentara asing yang datang menjajah seperti jaman kolonial dulu. Akan tetapi mereka sukses ciptakan pangkalan mental asing yang menjadi agen kepentingan mereka di Indonesia," lanjut Basarah.

Basarah pun menegaskan agar masyarakat Indonesia kembali pada Pancasila dan jangan mau diadu domba.

"Inilah penjajahan gaya baru. Inilah situasi yang kita hadapi saat ini. Kita harus sadar akan kondisi ini. Kita harus kembali kepada Pancasila dan jangan mau bangsa kita diadu domba dengan alasan apapun. KAMMI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan umat dan bangsa dalam bingkai NKRI," pungkas Basarah.  (*)
Nama

Agenda,28,Aksi,17,Artikel,8,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,34,Debat,1,Demonstrasi,69,Dialog,7,Diskusi,13,Ekonomi,18,HAM,1,Historis,2,Hukum,17,Internasional,10,KAMMI,2,Kamminews,37,Kampus,8,Kebangsaan,23,Kemanusiaan,1,Keumatan,3,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,41,Opini,21,Orasi,24,Pelantikan,13,Pelatihan,1,Perempuan,10,Pernyataan,14,Politik,33,Religi,10,Sejarah,2,Sejarah KAMMI,1,Silaturahmi,11,Solidaritas,21,Sosial,33,Tentang KAMMI,1,Tradisi,2,Zona,6,
ltr
item
KAMMI NEWS: Di Rakornas KAMMI, Wakil Ketua MPR RI Bicara Soal Ancaman Neo Kolonialisme
Di Rakornas KAMMI, Wakil Ketua MPR RI Bicara Soal Ancaman Neo Kolonialisme
https://4.bp.blogspot.com/-Z4bIKwiv37o/W13IrvYm3xI/AAAAAAAAA-U/uTpMvbV7owoE1t5B--Ykbmn54lYxOfnEQCLcBGAs/s640/MPR%2Bdan%2BKAMMI%2B2018.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Z4bIKwiv37o/W13IrvYm3xI/AAAAAAAAA-U/uTpMvbV7owoE1t5B--Ykbmn54lYxOfnEQCLcBGAs/s72-c/MPR%2Bdan%2BKAMMI%2B2018.jpg
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/2018/07/di-rakornas-kammi-wakil-ketua-mpr-ri-bicara-soal-ancaman-neo-kolonialisme.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/2018/07/di-rakornas-kammi-wakil-ketua-mpr-ri-bicara-soal-ancaman-neo-kolonialisme.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy