Permenristekdikti 55/2018 Diteken, OKP Kembali Masuk Kampus | KAMMI NEWS

Permenristekdikti 55/2018 Diteken, OKP Kembali Masuk Kampus

KAMMINEWS.COM , Jakarta - Penanaman dan penguatan wawasan kebangsaan di perguruan tinggi atau kampus menjadi perhatian serius pemerintah...


KAMMINEWS.COM, Jakarta - Penanaman dan penguatan wawasan kebangsaan di perguruan tinggi atau kampus menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya membina ideologi bangsa.

Usaha tersebut dilakukan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dengan meneken peraturan menteri (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa.

Disahkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permendikti) nomor 55 tahun 2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa tersebut, membawa angin segar bagi organisasi kampus di seluruh Indonesia.

Pasalnya yang semula pemerintah bersikeras untuk melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus di perguruan tinggi, sebagai kelanjutan dari normalisasi kehidupan kampus (NKK) yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor 26/DIKTI/KEP/2002, dianggap Menristekdikti Prof Moh Nasir justru bisa menyuburkan berkembangnya ideologi radikalisme dan intoleransi di lingkungan kampus.

Permenristekdikti tersebut di antaranya menetapkan bahwa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) atau organ ekstra kampus diperbolehkan kembali masuk kampus, antara lain organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan yang lainnya.

“Dalam Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018, pasal 1 berbunyi, perguruan tinggi bertanggungjawab melakukan pembinaan ideologi bangsa, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kokurikuler, intrakurikuler, dan ekstrakurikuler,” ujar Menteri Nasir, Senin (29/10) kepada wartawan di Kantor Kemristekdikti Jakarta.

Pembinaan ideologi bangsa yang dimaksud menurut keterangan Nasir akan diwujudkan dalam bentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). Anggotaya terdiri dari perwakilan seluruh OKP atau organisasi ekstra kampus yang berada di perguruan tinggi masing-masing di bawah pengawasan rektor.

“Sekarang yang terjadi, OKP liar di dalam kampus. Dianggap outsider. Sementara mereka justru ingin mengembangkan demokrasi dengan baik,” terang Nasir.

Sebelumnya, dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor 26/DIKTI/KEP/2002, pemerintah melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus di perguruan tinggi, sebagai kelanjutan dari normalisasi kehidupan kampus (NKK).

Namun menurut Nasir, peraturan tersebut malah menyuburkan berkembangnya ideologi radikalisme dan intoleransi di lingkungan kampus.

Karena itu, Nasir menganggap penting untuk menggandeng kembali seluruh OKP yang sebelumnya sempat ‘terbuang’ agar menguatkan ideologi kebangsaan di tengah-tengah mahasiswa.

“Jadi, silakan mahasiswa melakukan kaderisasi, yang penting tidak ada radikalisme. Dan paling penting lagi ideologi bangsa harus dominan,” tandas Nasir.

Menanggapi itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Menristekdikti, Prof Ainun Na’im PhD., M.B.A mengungkapkan jika disahkannya permendikti nomor 55 tahun 2018 sebagai langkah untuk memperluas wawasan dan memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa. Kendati begitu mahasiswa tidak diperbolehkan melakukan kegiatan politik praktis.

“Tapi ingat peraturan menteri memiliki klausul bahwa tidak boleh melakukan kegiatan politik praktis,” ungkap Prof Na’im ditemui usai menjadi pembicara dalam 17th Asian University President Forum (AUPF) 2018 di UK Petra, Rabu (7/11).

Konteksnya nanti, sambung dia, tetap untuk pembangunan karakter diri mahasiswa. Sehingga memiliki sikap punya espouse, dan pandangan terhadap wawan sosial dan kebangsaan yang tinggi.

“Artinya wawasan sosial mahasiswa lebih luas lagi,” sambung dia.

Sehingga, tidak didominasi satu aspek pemahaman saja. Melainkan ada berbagai banyak pemikiran, ide yang menyatu pada masalah kebangsaan. Hal tersebutpun sudah pihaknya sosialisasikan kepada kampus-kampus di seluruh Indonesia. (*)
Nama

Agenda,27,Aksi,17,Artikel,5,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,32,Debat,1,Demonstrasi,64,Dialog,7,Diskusi,12,Ekonomi,17,Historis,2,Hukum,14,Internasional,9,KAMMI,3,Kamminews,38,Kampus,8,Kebangsaan,21,Keumatan,2,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,36,Opini,17,Orasi,20,Pelantikan,12,Pelatihan,1,Perempuan,9,Pernyataan,12,Politik,32,Redaksi,1,Religi,9,Sejarah,2,Silaturahmi,11,Solidaritas,18,Sosial,29,Tentang Kami,1,Tentang KAMMI,2,Tradisi,2,Zona,6,
ltr
item
KAMMI NEWS: Permenristekdikti 55/2018 Diteken, OKP Kembali Masuk Kampus
Permenristekdikti 55/2018 Diteken, OKP Kembali Masuk Kampus
https://1.bp.blogspot.com/-uDbgT7yGKOo/W-Pr0JPg0xI/AAAAAAAABFQ/HTto3UPxhoA3PdD7bFupJ7EeynWd3hwSwCLcBGAs/s640/15408339675bd742af06b26.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-uDbgT7yGKOo/W-Pr0JPg0xI/AAAAAAAABFQ/HTto3UPxhoA3PdD7bFupJ7EeynWd3hwSwCLcBGAs/s72-c/15408339675bd742af06b26.jpg
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/2018/11/permenristekdikti-nomor-55-2018-diteken-okp-kembali-masuk-kampus.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/2018/11/permenristekdikti-nomor-55-2018-diteken-okp-kembali-masuk-kampus.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy