KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya | KAMMI NEWS

KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya

KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya Oleh: Rando (Kadept Kebijakan Publik KAMMI Malang) K AMMI sebagai gerakan mahasiswa sudah berumu...


KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya

Oleh: Rando (Kadept Kebijakan Publik KAMMI Malang)

KAMMI sebagai gerakan mahasiswa sudah berumur 21 tahun pada 29 Maret 2019 kemarin. Dalam sejarahnya, KAMMI mampu mengorganisir dua puluh ribuan mahasiswa untuk menduduki gedung DPR guna menyuarakan aksinya pada rezim yang begitu dzalim pada tahun 1998. Sekarang, apakah KAMMI masih bisa menjadi yang terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat?

Yah! sekarang ini siapa pun bisa melakukan aksi karena proses demokrasi sudah dibuka selebar-lebarnya. Bukan hanya mahasiswa yang dapat melakukan aksi, tapi sebuah komunitas saja sekarang ini juga bisa melakukannya. Bukan hanya lagi anak muda atau mahasiswa, tapi orang tua juga turun ke jalan menyuarakan aspirasinya. Jadi siapa saja sekarang bisa menyuarakan keluhannya, apalagi media sosial sudah menjamur di mana-mana. Mencangkup masyarakat lintas umur dan kalangan. 

Hal ini berlaku pula bagi hampir semua lembaga negara, yang juga sudah mempunyai situs web bahkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Line dan sebagainya untuk transparasi kinerjanya. Lalu saat ini siapapun juga bisa memberikan pengaruhnya pada banyak orang. Hanya melalui bantuan 'buzzer' dengan memposting kabar atau opini di ribuan akun dan mem'viral'kan sebuah informasi. Namun disaat itu pula, dengan cara yang mirip, pemerintah akan melakukan penanganan hal tersebut dengan begitu cepatnya.

Sekarang pertanyaannya: 'Apakah aksi KAMMI harus beralih dari aksi lapangan menjadi aksi jempol tangan (media sosial)?' atau 'Apakah aksi turun dijalan sudah tak relevan lagi?'. Yah! Pastinya banyak perdebatan terkait hal ini. Namun melihat banyak KAMMI komisariat, daerah, wilayah, maupun pusat sekalipun yang sudah memiliki akun sosial media untuk menunjukkan eksistensinya dan menentukan pandangannya, maka pertanyaan tersebut setidaknya sedikit terjawab.

Di luar sana, banyak ribuan akun serupa yang bersifat 'anonim' dan memiliki ribuan bahkan jutaan followers yang selalu membuat berita atau opini, dimana dengan sekali posting saja bisa membuat ribuan like. Pun juga KAMMI banyak terbawa arus perkembangan media sosial dengan membuat postingan media sosial secara rutin agar terlihat aktif dalam bergulatan menanggapi isu kerakyatan.

Sudah banyak aksi yang tak terlihat oleh media lagi dan diviralkan oleh akun di media sosial. Begitulah zaman cepat bergulir. Apakah keadaan ini akan memaksa KAMMI berpaling pada aksi media sosial saja dan melupakan aksi konvensional berupa turun ke jalan? Apakah perlu menghilangkan tradisi berteriak di tengah jalan untuk meyuarakan aspirasi dan melawan kedzaliman? Apakah aksi jalanan masih relevan dengan perkembangan zaman?

Yah! KAMMI harus menjawab pertanyaan itu. Kita perlu merenungi sebentar makna kata 'aksi' pada nama KAMMI. Apakah perlu dirubah dengan kata lain karena di KAMMI tak ada aksi lagi? Di media sosial, kita hanya perlu bermain dengan jempol dan hal tersebut bisa disebut sebagai aksi, tapi apakah itu menjawab semua pertanyaan dan keluhan rakyat?

Nyatanya tidak! Aksi jempol kita di media sosial tak serta-merta bisa menggantikan aksi nyata di jalanan. Apalagi, dalam banyak kesempatan perapihan feeds instagram jauh lebih menarik daripada posting hal-hal yang bersifat esensial-ideologis.

KAMMI kembalilah kepada fitrahnya dengan melakukan berbagai aksi nyata di lapangan, bukan sekadar mementingkan postingan media sosial. Bukan juga sekadar melakukan aksi untuk diposting di media sosial guna meraup like dan simpati netizen, tanpa tahu makna dari aksi itu sendiri.

KAMMI haruslah tetap menjadi yang terdepan dalam menyuarakan kebaikan dan melawan kedzoliman! Bukalah mata antum karena masih banyak rakyat yang menderita! Media sosial hanya menampilkan sebagian kecil realitas lapangan. Turunlah ke lapangan dan bergelutlah langsung dengan kedzaliman! (*)
Nama

Agenda,27,Aksi,17,Artikel,5,Audiensi,2,Berita,9,Daerah,32,Debat,1,Demonstrasi,64,Dialog,7,Diskusi,12,Ekonomi,17,Historis,2,Hukum,14,Internasional,9,KAMMI,3,Kamminews,38,Kampus,8,Kebangsaan,21,Keumatan,2,Konsolidasi,1,Muktamar,1,Musda,3,News,36,Opini,17,Orasi,20,Pelantikan,12,Pelatihan,1,Perempuan,9,Pernyataan,12,Politik,32,Redaksi,1,Religi,9,Sejarah,2,Silaturahmi,11,Solidaritas,18,Sosial,29,Tentang Kami,1,Tentang KAMMI,2,Tradisi,2,Zona,6,
ltr
item
KAMMI NEWS: KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya
KAMMI dan Pergulatan Aksi Jempol-nya
https://3.bp.blogspot.com/-7v5BvTHDhpY/XMoRsI3famI/AAAAAAAABY4/vLm9PZBs2Q4Yb1k9Il67__P3QjsSNq8xACLcBGAs/s400/images%2B%25281%2529.png
https://3.bp.blogspot.com/-7v5BvTHDhpY/XMoRsI3famI/AAAAAAAABY4/vLm9PZBs2Q4Yb1k9Il67__P3QjsSNq8xACLcBGAs/s72-c/images%2B%25281%2529.png
KAMMI NEWS
https://www.kamminews.com/2019/04/kammi-dan-pergulatan-aksi-jempol-nya.html
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/
https://www.kamminews.com/2019/04/kammi-dan-pergulatan-aksi-jempol-nya.html
true
5458317180500775300
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy